Madura

suramadu

Apa yang terlintas dibenak mu saat mendengar kata Madura? Nama pulau, Jembatan Suramadu? Sate? Atau jangan-jangan belum pernah mengetahui apapun tentang Madura.

Dibandingkan Malang atau Surabaya, Madura memang kalah pamor. Meskipun jarak Ujung Surabaya ke Madura hanya ditempuh sekitar 1 jam. Umumnya hanya ke Madura untuk urusan pekerjaan,sedangkan bagi pendatang ke Madura hanya mencoba melewati Jembatan Suramadu.

Pulau Madura di bagi menjadi empat kabupaten. Jika di urut yang paling dekat adalah Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Bagi saya ketika diajak jalan-jalan ke pulau Madura yang terbayang hanyalah panas dan gersang. Maka ketika ada yang mengajak jalan-jalan ke Madura, reaksinya pun hampir seragam “ngapain disana?

Padahal kata kata seorang teman. Bram, Project Engginer sebuah perusahaan Telekomunikasi.  “Madura kaya wisata budaya”. Laki-laki yang pernah menetap di Sumenep karena urusan pekerjaan ini mengatakan, di Madura kita bisa berwisata kuliner, berwisata sejarah, wisata alam dan wisata budaya. Madura punya segalanya.

Saya memiliki kesempatan untuk sedikit membuktikannya. Sesunguh nya tujuan utama perjalanan ini bukanlah ke Madura melainkan ke Surabaya. Perasaan saya makin terusik ketika driver menyebutkan kuliner Bebek Sinjay yang mengugah selera.“Kalau lancar tidak sampai  dua jam sudah sampai di Bangkalan“.

Berangkat dari hotel di Malang pukul 12.00 sekitar 2 jam lebih perjalanan menuju Kabupaten Bangkalan, yaitu kabupaten di pulau Madura yang terdekat dengan Surabaya.Di Bangkalan sangat terkenal dengan kuliner bebek khas Madura dan yang paling fenomenal adalah Warung Bebek Sinjay.

Rupanya dewi fortuna sedang tidak berpihak, Warung Bebek Sinjay sangat padat sementara jam makan siang sudah terlewat. Akhirnya mencoba mencicipi bebek yang tidak kalah pamor dengan Sinjay namanya Bebek Songkem. petualangan dimulai dengan memesan bebek goreng dan bebek kukus keduanya disajikan dengan sambal mangga.

Hari bergulir semakin sore, perjalanan berlanjut menuju alun-alun Bangkalan sambil berandai andai waktunya cukup untuk berlayar dengan feri dari Kamal Bangkalan menuju ujung Surabaya sambil menikmati hutan bakau di sepanjang laut. Sayang lagi lagi dewi fortuna tak berpihak. Alun-alun Bangkalan macet. Namun saya masih terpesona di sepanjang kota Bangkalan dipenuhi dengan pengrajin batik khas Madura dan beberapa bangunan cagar budaya Madura.

Penghujung sore tiba dan pulang melintasi jembatan Suramadu. Melihat senja yang mulai memerah dan warna warni langit yang belum hilang pesonanya. Mungkin setelah senja pergi dan berganti malam kita bisa bisa menikmati bintang yang berkelip di langit Madura.  Hidup memang indah itu sebabnya harus selalu di syukuri.

Dalam kunjungan singkat ke Madura,suatu saat mungkin saya akan kesana lagi. Melihat Karapan Sapi yang tersohor di Pamekasan atau menjelajah pantai hingga Sumenep.

@deendatoto; selamat hari kamis, sudah pernah ke Madura?

 

Advertisements