ETERNITY BATTERY

Desain unik, komponen lengkap dan daya tahan yang kuat. Itulah kesan yang pertama kali saya dapat ketika menemukan ETERNITY Battery di coba pada unit forklift milik salah satu customer.

Tak heran bila salah satu prodak yang dikenalkan oleh Eternity di ajang CeMAT SouthEast Asia 2017 di ICE BSD, ini langsung merebut perhatian pengunjung sejak hari petama perhelatan akbar itu di buka 2 Maret 2017.

17097439_1247003312057534_1620576630577977106_o

Beruntung saya bertemu dengan pendiri dan pencipta Eternity Battery Dr.Mark Stevenson yang dengan atusias memamerkan keungulan dan kecangihan battery yang dibrandol mulai harga US$2500 untuk jenis Motive battery yang biasa dipakai pada unit Forklift.

Dr. Mark mengatakan, Eternity battery diyakini akan membuat pengunanya senang, karena batterynya diklaim sangup bertahan dipakai selama 5 tahun. Dirancang dengan teknologi ramah lingkungan dan dirakit dengan mengunakan peralatan terbaik dari Eropa dan Amerika Utara. Setiap cell battery memiliki tubular yang dirancang untuk menghemat pengunaan air sehingga usia cell battery menjadi lebih panjang dan mengurangi perawatan rutin.

Screenshot_2017-03-07-18-23-25-1

Keungulan lain yang menonjol dari prodak yang berbasis di Uni Emirat Arab ini, setiap cell battery terdiri DIN standar dan BCL standar, dirancang untuk kebutuhan forklift yang dapat menjangkau rak pada ketinggian 6 meter. Cell battery pada DIN dan BCL terbuat dari timbal asam dengan cairan elekrolit dengan desai tubular modern, sehingga dapat meningkatkan volume asam dan meningkatkan sirkulasi asam. Efeknya membuat battery tahan lama dan memaksimalkan kerja.

Daya tahan battery itu sangat penting agar forklift elektric mampu melaju dengan konsisten untuk memaksimalkan kerja. User forklift tentu akan merasa tergangu jika tiba-tiba forklift mati karena battery drop bukan?

Nah perangkat seperti apa yang cocok untuk kebutuhan seperti itu? Untuk mengetahui lebih lengkap spesifikasi dan perangkat Eternity Battery silakan buka di situsnya www.eternitytechnologies.com

Advertisements

MUSIK

Couple listening to music on headphones

Musik ibarat bahan bakar ketika berada di titik lemah dan tangan yang mengengam saat kita jatuh. Musik juga memilki kekuatan menghibur, banyak yang mengatakan dengan mendengarkan musik, rasa sakit terobati.

Dalam kehidupan sehari-hari, nyaris kita tak pernah lepas dari musik apalagi di kota besar seperti Jakarta. Mendengarkan musik menjadi alternatif bagi para pelaju yang hampir setiap hari terjebak dalam rutinitas kemacetan. Musik menjadi obat rasa jemu dan rasa  kesal  saat  tak punya aktivitas  lain di dalam kendaraan yang tengah berhenti dan merayap menuju kemacetan.

Berada di tengah –tengah kemacetan  kadang memang membuat pikiran berkelana kemana-mana. Bayangkan, begini sore pulang kantor, hujan, lalu lintas macet. Kombinasi maut yang membuat siapapun nyaris putus asa. Sore itu saat saya berada di si samping pengemudi. Saya iseng melirik orang-orang di samping, di depan dan di belakang kendaraan. Orang-orang berjubel di dalam angkutan, berdiri, keringat bercucuran. Ada wajah-wajah lelah dan nyaris putus asa. Apa yang mereka pikirkan?  Mungkin saja sedang memikirkan stock beras yang ada di rumah. Mungkin juga tengah memikirkan anak istrinya hendak diajak kemana weekend nanti?  Mungkin saja.

Kalo sudah begini bagaimana caranya menyintas dari kemacetan?  Tentu setiap orang punya cara masing-masing. Bagi saya, mendengarkan lagu-lagu menjadi salah satu cara untuk menghindari kejenuhan dan kekesalan saat macet. Musik menjadi hiburan saat tak punya aktivitas lain di dalam kendaraan yang merayap ditengah-tengah kemacetan. Dengan mendengarkan musik kita semua niscaya terhibur

Selamat hari senin, bagaimana caramu menyintas dari kemacetan kota yang berdegub 24 jam ini?

Impian Anak-Anak Kaum Marginal Belum Berakhir

 

hari anak

Soal pendidikan di Indonesia masih cukup banyak anak-anak yang belajar seadaanya di sekolah formal. Setelah lulus SD biasanya ada yang langsung menikah atau bekerja seadaanya di kampung mereka. Bahkan tak jarang mereka tidak di ijinkan untuk mengecam pendidikan yang lebih baik karena adat istiadat yang kerap membelengu mereka melarang ini dan itu. Sebuah pertanyaan mengusik. Apakah mereka punya impian?

Masyarakat marginal seperti anak jalanan, kelompok miskin ,masyarakat adat serta mereka yang memiliki kemampuan berbeda berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak . Bagi mereka yang jarang sekali melihat kemewahan dunia luar. Materi memang menjadi sesuatu yang mereka impikan. Namun lebih dari pada itu sesunguhnya ada yang lebih berharga yang layak mereka dapatkan yaitu perubahan karakter dan menyadari sesunguhnya untuk apa mereka hidup.

Saya percaya bahwa keberhasilan itu berangkat dari satu pijakan yaitu impian. Mengajak mereka bermimpi dan mewujudkan impian mereka. Mengajak mereka untuk bebas berekspresi dan membayangkan kedepan nanti mereka ingin seperti apa dan menjadi apa?

Sekolah formal di pedalaman saat ini masih banyak menemui kekurangan. Baik itu masalah fasilitas yang kurang memadai, tenaga pengajar yang kurang, model-model pengajaran yang seadanya maupun persoalan tradisi yang membelengu mereka untuk tidak perlu sekolah. Oleh karena itu pengajaran alternatif di luar sekolah formal menjadi penting sebagai langkah untuk mendukung pemberian pendidikan khususnya bagi kaum marginal.

Pengajaran alternatif sesunguhnya sudah semakin banyak tumbuh dan berkembang. Mereka dibentuk oleh komunitas,kelompok, lembaga masyarakat, mahasiswa ,volunteer, penyalur dana dan lain-lain. Namun masih saja banyak yang terkendala masalah finansial maupun keterbatasan yang lain. Pengajaran alternatif perlu diberikan perhatian besar. Pemerintah daerah dan pusat bersama para pendukung pengajaran alternatif membuat program jangka pendek maupun jangka panjang yang terprogram dengan baik. Bekerja bersama sama memetakan persoalan dan mengambil langkah untuk memberikan solusi bagi pengembangan pengajaran alternatif yang berbasis pada potensi lokal. Memberikan bekal ketrampilan, menumbuhkan rasa percaya diri sehingga nantinya pengajaran menjadi tepat sasaran.

Perhatian besar bukan hanya soal materi dan fasilitas. Alangkah baiknya jika pemerintah daerah paham betul tingkat kesulitan yang dihadapi kaum marginal di daerahnya. Baik itu persoalan karakter, adat istiadat,ekonomi hingga potensi yang dimiliki oleh mereka bukan kemudian menjanjikan ini dan itu dengan harapan secara instan dapat merubah nasib mereka. Idealnya jika pemerintah daerah, pusat dan komunitas, kelompok , penyalur dana, volunteer bisa berkolaborasi dengan baik tentu saja mereka khususnya kaum marginal akan memiliki banyak kesempatan untuk menjadi orang yang lebih produktif.

Melalui pengajaran alternatif ini mereka kaum marginal diajak untuk merenda impian sedikit demi sedikit. Bertemu dengan orang-orang yang menginspirasi menjadi sangat penting untuk membangun kepercayaan diri mereka. Mereka layak mendapatkan pengetahuan yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Berkenalan dengan komunitas baru diluar komunitas mereka,mengenalkan teknologi dan bahasa, mengajak anak-anak dan pelajar menari, mengambar, menulis, menyanyi,berhitung, mengekspresikan cita-cita mereka kedepan. Bersama – sama belajar dan meraih mimpi bersama sama. Mereka menjadi suka sekolah, mereka memiliki cita-cita dan bisa membayangkan seperti apa kehidupan mereka kelak. Mereka sendirilah yang harus menentukan impian mereka bukan orang lain.

@deendatoto,  Selamat Hari Anak Nasional.

Skin Care

skin care 2

Keseruan ini datang dari kotak messanger  yang masuk ke whats up group. Pengirimnya Cindy salah satu penghuni group whats up “Kami Salut”

“Ada yang penah menggunakan pembersih muka Bioderma sensibio H2O?   Praktis dan  tuntas mengangkat waterproff make up tanpa menimbulkan jerawat dan kawan-kawannya. Harganya ramah di kantong dan mudah dicari.

Pertanyaan itu kemudian memecah kesunyian group di penghujung senja, “Waterproff make up apa itu Cind?

Disusul pertanyaan selanjutnya, “Iya kegunaanya apa aja Cind? “

Begitu seterusnya, keriuhan di penghujung sore para penghuni Kami Salut.

Lalu Cindy mulai menjawab dan menjelaskan pengalamannya mengunakan skin care pembersih wajah itu.

Aku sering menyepelekan yang namanya membersihkan muka. Padahal sehari hari suka pake Waterprof makeup kaya ,foundation, concelour,blushon,waterproff mascara. Kalo di bersihkan Cuma pakai cleansing foam paginya langsung jerawatan. 

Bioderma emang pembersih wajah ampuh. Sebelumnya aku pake facial foam dari Khiel. Cuma sekarang harus di bersihiin pake Bioderma dulu biar bersih bener dan paginya nga timbul jerawat.

Skin care itu pondasi awal menuju make up yang paripurna. Make up semahal apapun kalau kulit ngga sehat,ngak akan bisa nempel. Dari  petualanganku mencoba banyak  pembesih wajah menurutku puncak peradaban pembersih wajah yang paling bagus dipegang oleh Bioderma.

 Luar biasa, aku baru tau ada puncak peradaban pembersih muka… Aku ngakak.

Obrolan soal skin care dan pembersih wajah ini semakin seru. Masing-masing berbagi pengalaman soal skin care yang pernah mereka pakai.

Tika menyambar “Kalo aku ngga bisa pakai pembersih wajah seperti milk cleanser atau Toner. Ngga tau kenapa, udah coba prodak dari yang mahal dan murah kulit wajah malah bruntusan”.

“Eh malah cocoknya dibersihin pake miyak zaitun kalo nga ya pake tisu basah”.

Obrolan di tangapi oleh Bram, “eh iya aku sering gonta ganti prodak .Apa yang ada  di kamar mandi ya kupakai. Semua cocok nga ada masalah di kulitku”.

Kalo aku lebih cocok skin care yang facial oil The Body Shop trus dikasih toner nya Nivea sejauh ini kulitku nga ada masalah tutur Lia.

Jadi sebenarnya pencarian pembersih wajah yang cocok pada jenis kulit masing-masing bukan pada prodaknya ya? Ujar Vidi menutup reriuhan di kotak massenger.

Wah pengalaman manusia berburu pembersih wajah ternyata penuh drama. Tidak semua bisa di seragamkan. Mereka bisa saja membuat banyak prodak skin care dengan banyak keungulan. Saya mungkin cocok, yang lain? Belum tentu.

Persoalannya, sejauh mana kita bisa memilih?

 

@deendatoto Selamat hari jumat, apa prodak pembersih skin care favorit kamu?

 

Madura

suramadu

Apa yang terlintas dibenak mu saat mendengar kata Madura? Nama pulau, Jembatan Suramadu? Sate? Atau jangan-jangan belum pernah mengetahui apapun tentang Madura.

Dibandingkan Malang atau Surabaya, Madura memang kalah pamor. Meskipun jarak Ujung Surabaya ke Madura hanya ditempuh sekitar 1 jam. Umumnya hanya ke Madura untuk urusan pekerjaan,sedangkan bagi pendatang ke Madura hanya mencoba melewati Jembatan Suramadu.

Pulau Madura di bagi menjadi empat kabupaten. Jika di urut yang paling dekat adalah Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Bagi saya ketika diajak jalan-jalan ke pulau Madura yang terbayang hanyalah panas dan gersang. Maka ketika ada yang mengajak jalan-jalan ke Madura, reaksinya pun hampir seragam “ngapain disana?

Padahal kata kata seorang teman. Bram, Project Engginer sebuah perusahaan Telekomunikasi.  “Madura kaya wisata budaya”. Laki-laki yang pernah menetap di Sumenep karena urusan pekerjaan ini mengatakan, di Madura kita bisa berwisata kuliner, berwisata sejarah, wisata alam dan wisata budaya. Madura punya segalanya.

Saya memiliki kesempatan untuk sedikit membuktikannya. Sesunguh nya tujuan utama perjalanan ini bukanlah ke Madura melainkan ke Surabaya. Perasaan saya makin terusik ketika driver menyebutkan kuliner Bebek Sinjay yang mengugah selera.“Kalau lancar tidak sampai  dua jam sudah sampai di Bangkalan“.

Berangkat dari hotel di Malang pukul 12.00 sekitar 2 jam lebih perjalanan menuju Kabupaten Bangkalan, yaitu kabupaten di pulau Madura yang terdekat dengan Surabaya.Di Bangkalan sangat terkenal dengan kuliner bebek khas Madura dan yang paling fenomenal adalah Warung Bebek Sinjay.

Rupanya dewi fortuna sedang tidak berpihak, Warung Bebek Sinjay sangat padat sementara jam makan siang sudah terlewat. Akhirnya mencoba mencicipi bebek yang tidak kalah pamor dengan Sinjay namanya Bebek Songkem. petualangan dimulai dengan memesan bebek goreng dan bebek kukus keduanya disajikan dengan sambal mangga.

Hari bergulir semakin sore, perjalanan berlanjut menuju alun-alun Bangkalan sambil berandai andai waktunya cukup untuk berlayar dengan feri dari Kamal Bangkalan menuju ujung Surabaya sambil menikmati hutan bakau di sepanjang laut. Sayang lagi lagi dewi fortuna tak berpihak. Alun-alun Bangkalan macet. Namun saya masih terpesona di sepanjang kota Bangkalan dipenuhi dengan pengrajin batik khas Madura dan beberapa bangunan cagar budaya Madura.

Penghujung sore tiba dan pulang melintasi jembatan Suramadu. Melihat senja yang mulai memerah dan warna warni langit yang belum hilang pesonanya. Mungkin setelah senja pergi dan berganti malam kita bisa bisa menikmati bintang yang berkelip di langit Madura.  Hidup memang indah itu sebabnya harus selalu di syukuri.

Dalam kunjungan singkat ke Madura,suatu saat mungkin saya akan kesana lagi. Melihat Karapan Sapi yang tersohor di Pamekasan atau menjelajah pantai hingga Sumenep.

@deendatoto; selamat hari kamis, sudah pernah ke Madura?

 

Child Care

parenting 3

Bertanyalah pada 50 atau 100 orang tua cara mengasuh anak. Saya berani bertaruh kalian akan mendapatkan jawaban yang berbeda-beda dan nasehat yang beragam tetapi yang saya percaya semua orang tua memiliki kiat masing-masing untuk memberikan pola asuhan terbaik untuk anaknya.

Ada orang yang mengatakan anak nya sulit sekali untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Ada juga sebaliknya, mereka memiliki bayi yang mudah beradaptasi, memiliki emosi yang lebih stabil dan tidak mudah marah. “Anakku gampang, kalo di tinggal, dikasih tau juga nurut” Namun ada juga yang membutuhkan perlakuan khusus karena anaknya memiliki emosi kurang stabil apalagi jika keinginannya tidak di turuti maka si anak akan menangis atau meronta. Saya memahami bahwa karakter anak, karakter orang tua bahkan bentuk pekerjaan menjadi sekian faktor munculnya beragam cerita soal pengasuhan anak.  Bagi orang tua yang memiliki anak yang emosinya lebih stabil tentu memudahkan mereka untuk merawatnya sementara yang emosinya kurang stabil mendorong orang tua untuk pintar dan kreatif.

Beragam cerita itu kemudian membawa ingatan saat saya memiliki kesempatan menjadi volunteer di lembaga yang konsen kepada tumbuh kembang anak bernama Pustaka Familia di Jogjakarta. Saya berkesempatan untuk bertemu dan berdiskusi dengan pemerhati anak. Kami menulis buku dan belajar mengenai tumbuh kembang anak pada usia golden age (usia 0-5 tahun). Masa golden age adalah masa pesat pembentukan otak dan juga emosi. Pada usia ini anak-anak belum bisa memilih dan menentukan, itu sebab nya mereka membutuhkan orang dewasa untuk mengarahkan.

Saat menjadi volunteer saya melihat banyak kasus anak dan yang terbanyak yaitu anak-anak usia 1-5 tahun lebih memiliki banyak waktu bersama pengasuhnya daripada orang tua nya. Dimana perhatian dan kasih sayang hanya mereka dapat dari segelintir pengasuh. Akibatnya jika terlalu lama ikatan emosi antara anak dan orang tua renggang. Dari kasus yang pernah saya lihat di lapangan ini tak heran jika saya merasa setuju bahwa orang tua perlu memberi perhatian khusus pada anak di usia golden age, masa dimana mereka belajar membangun ikatan emosi, etika dan rasa menghargai anak kepada orang tua. Golden age yang terprogram memang tidak mutlak menjamin kesuksesan anak di masa depan tetapi memberi perhatian lebih kepada mereka adalah hak anak-anak kita.

 

@deendatoto Selamat hari rabu, bagaimana cara kalian mengasuh anak  dan  kelak akan mengasuh anak?

 

 

 

December Love It Or Hate It?

hello december pinterest 1

Saya sepakat dengan Hoeven, senator Amerika Serikat dari Dakota Utara itu.Produktif itu selalu mengacu pada proses atau kegiatan menghasilkan sesuatu. Bisa barang, bisa tulisan, bisa juga gagasan.

Seberapa produktifnya tahun 2015?

Pertanyaan itu menari nari di otak saya setelah saya bertemu dengan dua sahabat baik Memen dan Jun di sebuah kedai ice cream. Pertemuan ini awalnya tak punya agenda serius. Awalnya kami hanya bertemu untuk sekedar melepas rindu karena sudah lama kami tak saling jumpa. Saya di Jakarta, memen di Jogja dan Jun baru saja kembali dari kegiatan belajar nya di Chicago. Kami hanya ingin menghabiskan sepotong senja di sudut kota, membiarkan mata bersirobok lalu sama sama tersenyum

Kami mengobrol mengenai pekerjaan, asmara , politik, remah-temeh yang sedang trend hingga bertukar gosip lalu bermuara pada bagaimana memperbaiki kualitas hidup di usia yang masih muda. tentu saja tak melulu persoalan materi. Ada cara yang bisa mendorong kita untuk berusaha lebih dan membawa kemajuan untuk diri sendiri. Yaitu Impian dan target. kami memang pemimpi yang ulung dan saya sendiri meyakini jika impian itu dituliskan dan dikerjakan maka bukan hal yang mustahil seseorang bisa meraihnya.

Sudah bulan desember sebentar lagi penghujung tahun 2015 dan masuk tahun 2016. Cepet ya..? bukan cepat lagi tapi kilat. Jika menengok kebelakang dan melihat apa saja yang terjadi selama hampir satu tahun kebelakang. Tentu saja ada banyak pengalaman, langkah besar, hal buruk kemudian datang hal yang lebih baik. kami bersepakat bahwa Hidup itu ibarat roda. Pada satu titik kita harus mengalami perubahan yang melenceng dari target, namun di tengah putaran kita bertemu dengan perubahan yang mampu mengubah tujuan hidup kita. Menikmati perubahan adalah proses yang indah dan layak untuk dinikmati.

@deendatoto, Selamat hari jumat di bulan desember, apakah kalian sudah meronce impian dan target?