Ubud Bali

ubud baliSaya teringat Agustus 2011 adalah terakhir kali nya saya pergi ke Ubud. Sore itu ketika senja mengelanyut di Bali, saya tengah berjalan kaki menyusuri Ubud bersama tiga karib saya.Sementara itu langit di atas Bali mendung, kemudian pemilik hidup menurunkan gerimis yang turun dengan manja nya. Saya terus menyusuri Ubud dan gerimis mencubit cubit-cubit tubuh sungguh badan ini seperti tengah menari di tengah gerimis.

Mata ini takjub betapa hebatnya pemilik hidup menciptakan alam itu. Takjub pada keelokan seni yang berderet memenuhi pinggiran Ubud. Tak henti-hentinya saya membatin betapa kaya nya Bali. Sungguh pulau ini bukan hanya memiliki pantai, pedesaan, pemandangan namun juga memiliki budaya yang menarik dan mempesona.

antonio blanco

Ubud kaya akan panorama alam yang begitu indah, kawasan persawahan yang diapit jurang-jurang dan sungai. Ada tiga pusat kota yang terkenal di kawasan Ubud, jalan Hanoman, jalan Monkey Forest dan jalan raya Ubud.

Pemandangan alam yang nyaris mirip pada gambar kalender, beragam kuliner dari makanan tradisional hingga western, hotel dan penginapan dengan beragam opsi, wisata belanja yang dengan beragam pilihan, museum-museum yang bertemakan seni, pertunjukan kesenian, pameran lukisan dan kerajinan yang uniq hingga pilihan kelas-kelas yoga berderet di sepanjang ubud. Indah.

Sore ini langit Semarang mendung mengantung, memang benar saya tengah rindu untuk menjajaki kaki ini lagi ke Ubud.

@deendatoto, Selamat hari senin, kapan terakhir kamu ke Ubud..?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s