Jokowi, pujian dan kritik

jokowi

Twitter di penuhi akun-akun baru yang menarik dan juga membosankan,yang menarik ya akan terus diikuti dan yang menjemukan tinggal unfollow. Pekan lalu Jejaring social twitter saya sedang dipenuh kicauan mengenai 100 hari kinerja gubernur baru Jokowi(Joko Widodo)-Ahok(Basuki Tjahaja Purnama). Ada yang mengkritik kinerja Jokowi-Ahok dinilai gagal oleh sebagian praktisi dan pejabat publik. Ada pula yang membela habis-habisan karena duet maut ini dinilai berhasil memberikan progress yang baik untuk masyarakat Jakarta selama 100hari kerja, terutama soal penagulangan banjir Jakarta pekan lalu.

Saya pun terus memantau akun twitter saya, sesekali senyum dan ngikik saat membaca timeline yang dipenuhi komentar-komentar lucu,nyeleneh sampai komentar serius yang dilayangkan oleh pengguna hastag 100harijokowi. Yang menarik adalah ketika pejabat publik tak ketingalan menanggalkan komentar soal kegagalan JokowiAhok. Pejabat publik itu pun di bully habis-habis ketika mengkritik kinerja JokowiAhok dianggap nya tidak berhasil. Aih masyarakat nampaknya tengah mendidih, jenuh rupannya pada pejabat publik yang hanya “Talk only but no ation” ngomong doang. Alhasil mereka jadi bahan cela habis-habisan di twitter.

Saya terus menyimak linimasa yang makin seru dengan berbagai komentar. Sampai saya ikut menyambangi akun milik @janes_cs reporter metro tivi yang menceritakan perjalanannya meliput Jokowi sampai dengan 100 hari kinerjanya.Pada akunnya,Janes menulis pengalamannya bersama Jokowi sebagai sosok yang begitu ramah dan perhatian terhadap wong cilik. Ketegasannya pada pegawai Pekmot DKI yang tak disiplin dan bagaimana keseharian Jokowi yang luput dari pemberitaan media sampai cerita berujung pada kegiatan para jurnalis Ended DKI 1 yang sering diajak makan bersama sambil guyon (bercanda) bersama Jokowi.

Linimasa makin panas, sampailah saya membaca akun milik @JJRizal yang me-Retweet akun milik @sociotalker dalam kutipannya “Sayangilah Jokowi dengan mengkritiknya dan memberinya gagasan, tidak hanya menyanjung dan memuja muja beliau”

Ya ya Jokowi adalah manusia biasa bukan. Bisa saja sekarang begitu popular karena kecintannya pada wong cilik dan programnya untuk menjadikan Jakarta lebih baik. Dihantam pada budaya birokrasi Jakarta yang saat ini dipenuhi orang-orang yang rakus dan haus akan kekuasaan dan mental korupsi. Ough semoga saja tidak pernah terjadi pada Jokowi Ahok karena masyarakat tengah menaruh harapan dan kepercayaan besar pada mereka

Pada akun blognya mas bloontakpoer juga menuliskan pengalamannya berduskusi bersama Jokowi saat mengarap acara budaya pariwisata di Solo. Katanya, Jokowi begitu terbuka terhadap kritik, ide dan gagasan. Jokowi lebih senang di kritik daripada di Puji. begitu katanya. Silakan mampir ke blog mas bloontankpoer menarik sekali blog ini http://blontankpoer.my.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s