saya pulang Jogja

Mengudangkan apa saja mengenai Jogja memang tak pernah cukup.

Persekawanan, tawa dan juga isak tangis memang tak pernah cukup untuk digudangkan. Rasanya juga sayang  jika harus digudangkan bukan. Romatisme  jogja memang tak pernah picisan, selalu saja terasa manis dan manis dari masa ke masa.

Kemaren saya pulang ke Jogja, iya walaupun hanya empat  hari, tapi cukup mengobati rasa rindu saya pada kota istimewa ini.

Waktu memang mengelinding begitu cepat, rekam  terus mengelanyut di benak saya. Ah bohong jika kalian yang pernah tinggal di jogja namun tak pernah punya rekam jejak dan tak pernah mengudangkan memori untuk jogja. Bohong jika kalian tak pernah sekalipun ingin kembali ke Jogja.

Selalu ada rindu untuk jogja begitu kata karib yang pernah tinggal di jogja namun kini hijrah ke Jakarta. Setiap sudut jogja itu nampak begitu sakral,semua punya rekam jejak soal romatisme hidup yang kini pada masanya nampak begitu manis untuk dikenang. Manis sekali.

Selamat pagi jogja, selamat pagi matahari yang masih malu pada saya. Selamat pagi rekam jejak yang nampaknya sudah tak sabar mengubek-ubek otak saya. Terima kasih pemilik hidup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s