is reading about Copenhagen

Copenhagen adalah ibukota dari Denmark dan merupakan kota terbesar di Denmark. Copenhagen yang oleh penduduk setempatnya ditulis dengan kata ‘København City’  adalah Negara yang termasuk dalam wilayah Scandinavia.

Suasana kota yang damai dan  cantik. Jaringan jalan dalam kota dan kanal-kanalnya juga tetap mengikuti gaya abad pertengahan. Tempat-tempat seperti Borsen, Rosenborg, dan juga distrik perumahan Christianhavn dan Nyboder, adalah contoh peninggalan dari abad ke 18.serta deretan rumah yang penuh warna, dan museum yang mengagumkan

Image

saya tengah membaca buku mengenai Copenhagen, nanti ya kalo sudah selesai membaca saya akan membagi ceritanya dengan kalian. tunggu ya!!

Advertisements

kopitiam

Ujung weekend ini saya menghabiskan malam di Kopitiam di bilangan Sabang bersama seorang karib. Jun. begitu saya menyapanya.kami bersahabat sudah lebih dari satu dasawarsa. dulunya sama-sama bersekolah di Jogja dan kini sama-sama hijrah di jakarta. bedanya dia memilih menjadi jurnalis di media Kompas dan saya adalah bekerja kantoran.

Selama beberapa pekan ini kami memang jarang bertemu, paling-paling hanya lewat kotak messenger. Saya sibuk dia pun sibuk memburu berita hingga terbang ke kota lain di ujung Indonesia. Akhirnya jumat malam menyatukan dua karib yang hendak membagi uneg-unegnya soal penat nya pekerjaan di kantor, soal cita-cita di penghujung tahun 2012, soal kegelisahan hidup, soal gelak tawa di awal juli dan soal asmara yang memecah malam.

saya bertutur padanya soal kegelisahan pada pekerjaan di kantor, soal laki-laki yang yang mengajak saya menonton di tiap akhir pekan dan soal kesempatan kedua dan kegelisahan pada pria di ujung sana.

merengek padanya memang selalu membuat hati saya lebih plong dari biasanya,Saya tau persoalan asamaranya lebih ruwet dibandingkan saya, dan nyatanya ujung weekend ini saya merasa lebih legowo setelah merengek padanya.

saya pulang Jogja

Mengudangkan apa saja mengenai Jogja memang tak pernah cukup.

Persekawanan, tawa dan juga isak tangis memang tak pernah cukup untuk digudangkan. Rasanya juga sayang  jika harus digudangkan bukan. Romatisme  jogja memang tak pernah picisan, selalu saja terasa manis dan manis dari masa ke masa.

Kemaren saya pulang ke Jogja, iya walaupun hanya empat  hari, tapi cukup mengobati rasa rindu saya pada kota istimewa ini.

Waktu memang mengelinding begitu cepat, rekam  terus mengelanyut di benak saya. Ah bohong jika kalian yang pernah tinggal di jogja namun tak pernah punya rekam jejak dan tak pernah mengudangkan memori untuk jogja. Bohong jika kalian tak pernah sekalipun ingin kembali ke Jogja.

Selalu ada rindu untuk jogja begitu kata karib yang pernah tinggal di jogja namun kini hijrah ke Jakarta. Setiap sudut jogja itu nampak begitu sakral,semua punya rekam jejak soal romatisme hidup yang kini pada masanya nampak begitu manis untuk dikenang. Manis sekali.

Selamat pagi jogja, selamat pagi matahari yang masih malu pada saya. Selamat pagi rekam jejak yang nampaknya sudah tak sabar mengubek-ubek otak saya. Terima kasih pemilik hidup.