Kubikel 17

Awalnya meja kerja saya di lantai 20 bukan berbentuk kubikel, melainkan meja ruang meeting yang dipaksakan sebagai ruang kerja sehari-hari.

Saya dan project tim yang berjumlah lebih dari 15 kepala akhirnya harus meringis uyel-uyelan setiap harinya layaknya angkot 640 di sore hari; berjubel,berdesakan,miring sedikit saja pemilik tubuh si anu dan si anu akan saling bersengolan.

Itu kenapa ketidaknyamanan ini memaksa tim untuk pindah ke ruangan lain yg lebih legowo.

alhasil pagi ini harus angkut-angkut menuju ruangan baru di lantai 17.

Aih dan sekarang saya punya kubikel dan kubikel saya menghadap  ke jalan besar sehingga bilangan slipi dan deretannya tampak jelas dari depan meja kerja saya. Yah paling tidak saya bisa melihat matahari yang mulai terbenam di ujung sore atau melihat senja yang makin memerah dari ujung kaca lantai 17 atau atau kedapatan  bilangan slipi yang mulai dipenuhi kendaraan yang berderet dari  Tol semanggi dan sebaliknya. Aih tapi yang jelas lampu Jakarta akan menemani waktu lembur saya.

Saya berharap kubikel baru dan ruangan baru ini tak hanya menorehkan kenyamanan untuk tubuh saat bekerja tapi juga asupan energy lebih dan lebih. Selamat datang kubikel 17.

Advertisements

satu loyang pizza Marzano

Apa yang menarik dari Pizza? tau kah saya sungguh mengandrungi makanan berbahan dasar terigu ini.

Saya hobby berburu pizza, mulai dari pizza ecek-ecek sampai pizza yang katanya duplikat pizza Itali yang konon terkenal dan sangat enak. Walaupun pizza alinya berasal dari mesir tapi saya sungguh penasaran merasakan rasa pizza buatan Itali dan itu artinya saya harus terbang ke Itali dimana pizza-pizza dikembangkan di negara ini *(baiklah ini perlu dimasukin dalam seratus roncean mimpi) haha..

***

Pizza jaman dahulu umumnya dikonsumsi kaum miskin dan dibuat dengan bahan-bahan yang sederhana yang mudah didapatkan seperti tepung terigu, minyak, garam, dan ragi.

Pizza mulai terkenal saat seorang pembuat roti yang bernama Raffaele Esposito (1889) membuat pizza dengan cita rasa yang baru untuk menyambut kedatangan Raja Umberto dan Ratu Margherita.
Kulit Pizza yang renyah diberi topping yang mengacu pada tiga warna bendera Italia, yaitu merah (tomat), putih (keju mozzarella) dan hijau (daun basil). Tak disangka, ratu Margheritta sangat menyukainya sehingga Raffa mengambil nama ratu untuk Pizza buatannya. Sejak saat itu, Pizza Margheritta menjadi terkenal! (sumber:dari berbagai blog)


Pizza sendiri dikelompokkan menjadi 2 macam varian, Pizza dari Italia Utara yang mengutamakan variasi isi Pizza dan Pizza dari Italia Selatan yang lebih mengedepankan cita rasa bumbunya. Pizza Italia yang tipis dan renyah berbeda dengan Pizza Amerika yang tebal dan mirip roti. Rahasia kelezatan Pizza ada pada 4 hal: kerenyahan kulitnya, kesedapan saosnya, kelembutan kejunya dan kenikmatan kombinasi topping-nya.(sumber:dari berbagai blog)

Di Indonesia pizza menjadi makanan yang sangat digemari banyak kalangan dan usia termasuk saya. dari beberapa pizza yang sudah saya cicip ini kali kedua saya mengigit pizza Marzano dan saya masih konsisten memberi skor 90 untuk Pizza Mozarela.

Rotinya tetap tipis dan renyah walau pizza tak lagi panas, selain itu seperti yang terlihat di film Eat Pray Love variasi topping nya sungguh membuat penasaran.

Jadi ada yang mau mengajak saya jajan pizza? saya pasti akan meluangkan waktu..

Pesan:

Terimakasih sudah menemani saya mencocol Pizza Marzano di Senayan City.