Tiga loyang pizza Domino’s

 

Kemaren sepulangnya dari perkantoran hijau Arkadia di bilangan Simatupang. Saya  dan dua kolega saya memutuskan mengisi perut dengan menjajal Pizza berlogo kartu Domino di Pejaten Village. Yay dua loyang pizza Domino’s ukuran medium sedang membawa kami melepas sore di selatan jakarta

Sore itu kami benar seperti kura-kura Ninja yang kegirangan mendapati Pizza. Tau kenapa? Karena kebijakan dari managemen Dominos’s Pizza, mereka memberikan nya satu loyang pizza gratis untuk kami bertiga. Tau kenapa?  karena satu diantara dua loyang yang kami pesan sebelumnya tak berbentuk sempurna. Itu saja.

Ahh.. sesunguhnya tak terlalu fatal, sesunguhnya tak terlalu masalah juga kok, toh.. juga akan masuk perut.  ah tapi siapa akan menolak jika disodorkan satu loyang gratis seperti itu bukan. Ini namanya standar pelayanan prima, tepok tangan untuk pelayanan pizza di domino’s pejaten village.

Duh kami sudah seperti kura-kura ninja menghabiskan berloyang pizza. Satu slice lagi kata Neil, iya satu slice yg cheese lagi kata yoko. Ah benar-benar mabuk pizza.

Advertisements

Pekerjaan itu seperti pasangan hidup

Pekerjaan itu seperti pasangan hidup harus bisa memberikan kenyamanan dan kebahagiaan. Ya saya sepakat dengan itu. Bekerja bukan sekedar mengelembungkan kantong dan pundi-pundi rupiah, nyatanya perlahan orientasi itu mulai bergeser.

Kepuasaan kerja nyatanya tak melulu uang. Kepuasaan bekerja nyatanya perlu bumbu agar tak tak terasa hambar.Seorang kolega pernah menyapa saya di sela-sela kesibukan jam kantor. Ini soal kebosanan bekerja dibawah perintah atasan.*damn!!

Katanya, lebih enak punya usaha sendiri, tak diatur atur atasan, tak perlu mengajukan cuti saat ingin berlibur dan yang utama pendapatan yang masuk jauh lebih besar ketimbang kerja kantoran.(asem kata saya)

Saya tau rumput tetangga jauh lebih hijau, saya tau memiliki usaha sendiri memang jauh lebih menguntungkan dan tentu saja itu yang menjadi mimpi banyak orang. Saya juga tahu bunga di dalam  pot tetangga jauh lebih bermekaran tapi kalian harus tahu bahwa saya juga memiliki kepuasaan lain dari sekedar mengelembungkan pundi-pundi rupiah. Banyak..banyak sekali

Saya rasa bekerja, kalo tak nyaman juga akan terasa berat, saya rasa pekerjaan yang kita miliki kalo tak kawin juga seperti tak menyatu tak ada passion tak ada spirit. Ih terlalu berlbihan kah, tapi ini yang saya rasakan lho. Klo tak nyaman kalo bukan pilihan, rasanya seperti berat langkah kaki ini mengayun menuju tempat kerja.