bakoel koffie lagi…

Sore ini saya menghabiskan senja di Bakoel Koffie di bilangan Cikini Raya. Diantara sekumpulan orang-orang yang sibuk dengan komputer jinjingnya dan diantara bangku-bangku yang menjadi saksi mereka berceloteh, sore ini saya pun berada di tengah-tengah mereka. Tidak..tidak, kali ini saya menyambangi Bakoel bukan bersama kolega saya atau karib seperti yang lalu-lalu, kali ini saya sendirian hanya bersama komputer jinjing, segelas coklat dan blackberry saya.

Melepas penat, mengasup energi, membagi tawa lewat kotak YM lalu mengunduh lagu kesayangan sembari menyebar portfoolio diri dan blogging. Menyenangkan sekali sore ini. Sesekali keriangan perlu diasup lewat kesendirian.

Terimakasih untuk senja yang mulai mengelanyut di jakarta karena terlihat begitu indah dari samping teras Bakoel Koffie.

Advertisements

Liburan Pendek

Saya akan merencanakan liburan pendek ke pulau yang digilai seentro dunia karena keelokan alamnya;  Iya..saya akan ke Bali saya akan meronce liburan pendek di Bali nanti tiga bulan lagi.

Tak sia-sia karib saya menarikan jemarinya diatas mouse..nyatanya berhasil mendapati promo tiket perjalanan pulang pergi yang di brandel hanya dengan harga 550ribu Jakarta-Denpasar/Denpasar-Jakarta milik maskapai penerbangan Air Esia.

Saya masih dalam perjalanan menuju kantor saya, matahari pun masih malu-malu menyiram wajah saya. Blackberry messenger saya berbunyi dari karib yang bekerja  diujung pusat Jakarta…

Moniq : Din..how  jadi kah, ini murah lho 500 ribu dapet PP harus segera ambil keputusan, kalo enggak harganya cepet berubah….(ah serasa saham)

Olive : dindun ayok aku bisa..kamu  ikut sih…kita liburan dengan low budget

Saya : tunggu yaaa *sambil mengingat-ingat tumpukan dokumen dimeja kerja ough…

Begitulah pengalan pesan dari kotak blacberry messenger saya pagi itu hingga  akhirnya saya memutuskan mengambil tiket promo tanpa asuransi namun dengan tambahan bagasi 15 kg. Pertimbangan yang terbalik. Sial. Tiga bulan lagi saya dan teman-teman akan  berangkat menuju Bali.

Tunggu ya Bali…tunggu ya teman-teman saya akan meronce perjalanan pendek bersama kalian……

Remah-Remah Prosesi Pernikahan Kate Middleton-William

Lautan Topi

 

Topi-Topi yang dikenakan tamu undangan di pernikahan William-Kate memang nampak mencolok mata saya. Siapa perancang topi-topi itu? Nah kebanyakan topi-topi indah itu dirancang oleh Philip Treacy, seorang perancang dari Irlandia.

Tree Maples


Maples atau English Maples Tree adalah pohon Maples yang dipakai sebagai salah satu penghias gereja Westminster Abbey.  Maples Tree merupakan pohon dengan ukuran nyaris 20 kaki tingginya yang dipakai sebagai penghias gereja saat pemberkataan William-Kate.

Kate memintanya agar gereja tampak seperti garden. yah memang nampak begitu  indah sesuai dengan harganya yang mencapai nilai total 50 ribu poundsterling atau senilai 716,6 juta rupah.

First Kiss in Buckigham Balkon


Ini memang bukan tradisi kerajaan, namun Charles dan Lady Diana melakukannya usai pernikahan mereka di tahun 1981, yakni berciuman di balkon. William dan Kate Middleton memutuskan untuk melanjutkan tradisi yang sama

Kereta Kuda State Landau

   

Kereta yang dipakai William dan Kate  dari Gereja  Westminster Abbey menuju Buckingham Palace ini merupakan kereta favorit Ratu Elizabeth bernama  State Landau yang dibuat pada tahun 1902. Kereta ini berjenis terbuka disaat hujan kereta ini bisa diberi tudung.

The Royal Wedding William and Kate.

Yay, kerajaan Ingris baru saja selesai mengelar hajad  besar di abad ini.

Pangeran William yang memiliki nama lengkap  William Arthur Philip Louis adalah putra pertama dari pangeran Charles yang berada di garis kedua setelah ayahnya sebagai penerima tahta kerajaan Inggris. William akhirnya mempersunting tunangannya Kate Midelton pada Jumat 29 April 2011 di Westminser Abbey.

Eforia hajadan ini membuat jutaan rakyat Britania berkumpul di depan istana Buckingham dan membuat milyaran pasang mata di dunia merelakan waktunya untuk berada di depan televisi tidak terkecuali saya. Gantengnya ujar saya tak mau kalah Cantiknya ujar kolega saya, tapi gaunnya terlalu biasa, aih rambutnya simple namun anggun, paduan suaranya juga bagus, dekorasi gerejanya juga indah, topi-topinya seperti bulu kemoceng.. aih celotehan tak ada habisnya.Celotehan yang berujung pada kekaguman sekaligus khayalan-khayalan yang mulai ngelantur soal william, namun  coletahan ini membawa pada riuhan kecil dan renyah di depan televisi.

The Royal Wedding bukan tak mungkin menorehkan perhatian dunia. William merupakan cucu daripada Elizabet Quenn II pemimpin kerajaan inggris ini tak sekedar ganteng, pembawaannya yang kalem dan cenderung pendiam memang sedikit banyak mewarisi sifat ibunya Lady Diana yang meninggal karena kecelakaan pada tahun 1997. Sementara pasangannya, Kate Midelton cenderung lebih ekspresif dan anggun. Aih itu kenapa Kate juga menjadi ikon fashion karena cara berpakaiannya yang mengagumkan dan saya setujuh dengan pendapat media mengenai itu.

William dan Kate berkenalan pada tahun 2001. William sengaja mengambil sekolah rakyat dengan alasan menjadi lebih dekat dengan rakyat. Universitas  Swasta Saint Andrew di Skotlandia yang akhirnya menjadi pilihannya. Disinilah William berkenalan dengan Kate Midelton seorang anak pengusaha sukses namun menyukai hidup dalam kesederhanaan.

Pertemanan William dan Kate berujung pada kisah cinta yang membawa mereka pada perrtunangan dan akhirnya membawa mereka pada altar suci 29 april 2011. Milyaran pasang mata menunggu perhelatan. Pemberkatan, pawai pengantin, ciuman pertama pengantin seolah menjadi pesta rakyat.

Ya ya seperti negeri dongeng, namun ini nyata. Altar, bunga, kereta kuda,musik gaun pengantin, pangeran yang tampan, putri yang cantik  dan benar saja, ini memang pesta rakyat.

Perjalanan menuju Westminster Abbey dimulai dari Hotel Goring melewati Buckingham Palace, Clarence House (kediaman Pangeran William dan Pangeran Harry), The Mall yang merupakan jalan utama dari Buckingham ke Trafalgar Square dan Horse Guard Parade. Perjalanan berlanjut ke Monumen Women of World War II, Downing Street (kediaman Perdana Menteri Inggris) Kantor Foreign and Commonwealth, Cenotaph, HM Treasury, Gedung Parlemen dan Menara Big Ben hingga akhirnya tiba di Westminster Abbey.

William memakai seragam militer  pangkat tertingginya (baca- Kolonel) berwarna merah  garda, sementara Kate mengunakan gaun putih simple rancangan Sarah Burton yang merupakan Direktur Kreatif Label Alexander McQueen. Sungguh gaun yang dipakai tak seperti yang saya bayangkan. Saya kira Kate akan mengenakan gaun yang super duper mewah dan bertahtakan berlian daengan ekor gaun yang sangat panjang seperti yang dipakai  putri Diana saat pernikahanya di tahun 1981 bersama pangeral Charles. Nyatanya gaunnya sungguh simple, tapi menurut saya terlihat begitu anggun. Tatanan rambutnya pun  tak dibuat neko-neko, panjang terurai bahkan Kate merias wajahnya sendiri.Cantik.

Kesederhanaan itu memang telah di set sebelumnya. Mereka menginginkan pernikahan yang sederhana dan simple untuk ukuran kerajaan. Ya ya. Memang sungguh terlihat dari setiap prosesi yang ada, bahkan altarnya pun terlihat sederhana, kecuali pohon maple yang sengaja di pasang di gereja, konon satu pohon berkisar hingga 75 juta rupiah. Maple sendiri memberikan symbol kesederhaan dan kekuatan.

Saya memang menyukai tradisi kerajaan. Sakral dan Agung. Aih semoga perhelatan ini akan membawa pangeran dan sang putri langeng selamanya.