Escape-Lampung

Yak.saya baru saja melakukan perjalanan ke Lampung.

Lebih dari satu dasawarsa saya belum pernah menginjakan kaki ini kembali ke Lampung. Dulu saya masih kanak-kanak, saya masih ingat tahun 1991 saya bersama keluarga besar, berlayar dengan Ferri dari pelabuhan Merak menuju pelabuhan Bakaheuni Lampung. bukan tujuan wisata namun hendak mengelar hajadan manten adik ibu saya.

Selayaknya masih kanak-kanan, daya ingat saya sudah agak kabur untuk mengingat beberapa bangunan yang sekiranya masih bertahan. Saya benar-benar tak bisa mengingat dengan jelas, bangunan hotel tempat dulu saya menginap saja sudah lupa-lupa ingat.Tak ada bangunan gedung tinggi seperti di Jakarta, mall-mal dan pusat perbelanjaan bisa dihitung dengan jari.  Beberapa pusat pertokoan dan sudut gang nyaris mengingatkan saya pada kota tua Semarang.

Saya menuju Bandar Lampung. Yay. Beruntung ini weekeday dan beruntungnya lagi tak akan ada kemacetan. Aih roda mobil mengelinding begitu cepat, tanpa tersendat. Seandainya di Jakarta roda bisa mengelinding begini cepatnya tak perlu repot bangun terlalu pagi setiap menuju kantor.

Saya akan menghabiskan weekend saya di Lampung. Hotel-transport-akomodasi sudah siap mengantarkan saya mengelilingi lampung, mengelilingi pantai dan mengelilingi pusat jajan dan semuanya itu menorehkan tawa untuk saya.

Terimakasih untuk berkat yang tak terkira ini.terimakasih untuk kolega saya John yang sudah membagi tawanya bersama saya dan patner saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s